Thursday, July 29, 2021

MATERI KONSEP DASAR BERFIKIR SEJARAH

 

MATERI KONSEP DASAR BERPIKIR SEJARAH

A. Berpikir Kronologis dalam Sejarah

            Kronologis mengandung arti pengetahuan tentang urutan waktu dari sejumlah kejadian atau peristiwa. Pengetahuan ini sangat penting dalam pelajaran sejarah yang senantiasa menekankan perlunya mengurutkan seluruh kejadian atau peristiwa berdasarkan urutan waktunya, yakni menempatkan kejadian atau peristiwa yang terjadi lebih dahulu daripada yang terjadi kemudian. Sebagai contoh: peristiwa yang terjadi pada tahun 1945 lebih didahulukan dari pada peristiwa yang terjadi pada tahun 1946.

            Meski kemampuan berpikir kronologis berbeda dengan kronik. Pengertian kronik adalah catatan peristiwa menurut urutan waktu kejadiannya. Di dalam kronik hanya dilakukan pencatatan terhadap peristiwa tanpa mempedulikan keterkaitan antara peristiwa yang pertama dengan yang kedua dan selanjutnya. Sementara kronologi sangat menekankan keterkaitan antara peristiwa yang pertama dengan yang kedua dan selanjutnya.

 


              Kronologi memberikan gambaran waktu yang bersifat linear, yakni waktu yang bergerak dari belakang ke depan, atau waktu yang bergerak dari kiri ke kanan, atau waktu yang bergerak dari titik awal hingga mencapai titik akhir. Oleh karena itu, gerakan waktu bersifat progresif karena memandang perjalanan waktu sebagai proses perkembangan menuju kemajuan. Dalam pandangan waktu yang bersifat linear dan progresif tersebut, pergerakan waktu dibagi menjadi tiga dimensi waktu yaitu masa lalu, masa kini dan masa depan. Di antara dimensi waktu itu, sejarah mempelajari peristiwa yang terjadi pada masa lalu. Namun, peristiwa masa lalu dalam sejarah mempunyai keterkaitan dengan masa kini dan masa depan.

            Kebalikan dari berpikir kronologis adalah berpikir anakronistis. Bila berpikir kronologis mengurut peristiwa berdasarkan urutan waktu kejadiannya, maka anakronistis mencampuradukan atau memutarbalikan urutan peristiwa sehingga memberikan pemahaman yang salah. Cara berpikir anakronistis menyalahi gambaran waktu sebagai proses yang bergerak menurut garis lurus dari awal hingga akhir. Anakronistis menempatkan kejadian atau peristiwa yang terjadi lebih dahulu di belakang kejadian atau peristiwa yang terjadi kemudian. Sebagai contoh: peristiwa Proklamasi lebih didahulukan daripada peristiwa Rengasdengklok.

            Selain itu perlu dibedakan antara konsep kronologis dengan konsep periodisasi. Periodisasi adalah pengelompokan peristiwa sejarah dalam suatu babak, masa, zaman atau periode tertentu berdasarkan ciri-ciri yang sama. Sedangkan kronologi merupakan urutan waktu terjadinya peristiwa dari yang paling awal hingga paling akhir.



B. Berpikir Diakronik dalam Sejarah

Diakronis berasal dari Bahasa Yunani, dia artinya melintasi atau melewati dan khronos yang berarti perjalanan waktu. Diakronis dapat diartikan sebagai suatu peristiwa yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya dan tidak dapat berdiri sendiri atau timbul secara tiba-tiba, sebab sejarah meneliti gejala-gejala yang memanjang dalam waktu, tetapi dalam ruang yang terbatas.

Berpikir dengan pendekatan diakronis adalah salah satu pendekatan yang menganalisis evolusi/perubahan sesuatu dari waktu ke waktu, yang memungkinkan seseorang untuk menilai bagaimana bahwa sesuatu perubahan itu terjadi sepanjang masa. Konsep diakronis melihat bahwa peristiwa dalam sejarah mengalami perkembangan dan bergerak sepanjang masa. Melalui proses inilah manusia dapat melakukan perbandingan dan melihat perkembangan sejarah kehidupan masyarakatnya dari zaman ke zaman berikutnya. Diakronis artinya memanjang dalam waktu tetapi terbatas dalam ruang.

1.      Dalam konsep berpikir kronologis atau diakronis mempelajari kehidupan sosial secara memanjang berdimensi waktu.

2.      Konsep berfikir diakronis memandang masyarakat sabagaisesuatu yang terusbergerak dan mamiliki hubungan kausanalitas atau sebab akibat.

3.      Menguraikan proses tranformasi yang terus berlangsung dari waktu ke waktu kehidupan masyarakat secara berkesinambungan

4.      Menguraikan kehiduapn masyarakat secara dinamis (berubah - ubah)

Adapun ciri-ciri berpikir Diakronik : 1. Bersifat vertikal (menjelaskan prroses suatu peristiwa dari awal hingga akhir) 2. Cakupan kajian jauh lebih luas. 3. Terdapat konsep perbandingan. 4. Memiliki sifat historis/komparatif. 5. Mengkaji masa yang satu dan yang lain.

Contohnya menjelaskan tentang pertempuran 5 hari disemarang mulai dari awal mula kenapa peristiwa itu terjadi sampai akhir (15 Oktober-19 Oktober 1945);  atau, menceritakan tentang kisah hidup seseorang sejak dilahirkan hingga saat ini. Jadi dengan berpikir secara diakronik/kronologis kita dapat mempelajari proses dari suatu peristiwa bersejarah.

 

C. Berpikir Sinkronik dalam Sejarah

Sinkronis berasal dari bahasa Yunani syn yang berarti dengan, dan khronos yang berarti waktu, masa. Pengertian berpikir sinkronis dalam seajarah adalah mempelajari/mengkaji struktur (karakter) suatu peristiwa sejarah dalam kurun waktu tertentu atau dibatasi oleh waktu.

Berpikir dengan pendekatan sinkronis dalam sejarah adalah mempelajari peristiwa yang sezaman, atau bersifat horizontal. Sinkronis artinya meluas dalam ruang tetapi terbatas dalam waktu.

1.      Kerangka berpikir Sinkronis mengamati kehidupan sosial secara maluas berdimensi ruang.

2.      Konsep berpikir sinkronis memandang kehidupan masyarakat sebagai sebuah sistemyang terstruktur dan saling berkaitan antara satu unit dengan unit yang lainnya.

3.      Menguraikan kehiduapan masyarakat secara deskriptif dengan menjelaskan bagian demi bagian.

4.      Menjelaskan sturkut dan fungsi dari masing masing unit dalam kondisi statis.

5.      Banyak digunakan oleh ilmu-ilmu sosial seperti ,geografi ,sosiologi, politik, ekonomi, antropologi, dan arkeologi.

Contohnya menjelaskan tentang suasana pada saat tragedi pemberontakan G30S/PKI tahun 1965; keadaan sosial-ekonomi di Indonesia pada tahun 1998


Jadi dengan berpikir secara sinkronik kita dapat mempelajari peristiwa bersejarah secara mendetail. 

D. Ruang dan Waktu dalam Sejarah

Dalam sejarah ruang atau tempat merupakan unsur penting yang harus ada. Ruang atau tempat terjadinya suatu peristiwa sejarah terkait dengan unsur geografis. Setiap komunitas yang mendiami kawasan tertentu, seperti suku bangsa ataupun bangsa memiliki pola pikir dan sistem budaya yang memiliki dari pendahuluannya. Dengan demikian kisah sejarah manusia merupakan proses interaksi dengan kehidupan sosial, budaya, politik, ekonomi pada suatu ruang atau tempat tertentu. Hal inilah diantaranya yang menyebabkan setiap kejadian sejarah itu bersifat unik. Konsep ruang meliputi aspek lingkungan, lokasi, dan tempat terjadinya suatu peristiwa sejarah. Kajian yang diambil pada konsep ruang lebih dititik beratkan pada aspek tempat terjadinya suatu peristiwa sejarah. Konsep ruang dalam sejarah akan membantu dalam membandingkan antara peristiwa yang terjadi di satu lokasi dengan peristiwa sejarah di lokasi lainnya serta mengetahui apakah ada hubungan antara peristiwa di lokasi satu dengan yang lain.

Contoh: Peristiwa Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya merupakan sejarah lokal yang diangkan menjadi sejarah nasional karena pengaruhnya yang sangat besar terhadap daerah lain dalam rangka mempertahankan kemerdekaan RI pada saat itu.

Waktu adalah seluruh rangkaian saat proses, perbuatan, atau keadaan berada atau berlangsung. Setiap manusia dan makhluk hidup lainnya hidup dalam waktu dan tidak dapat dilepaskan dari waktu. Mempelajari sejarah tidak hanya mempelajari sesuatu yang berhenti, teatapi juga sesuatu yang terus bergerak sejalan dengan perjalanan waktu. Unsur waktu (seperti halnya unsur ruang dan tempat) juga memberikan konteks atau setting tertentu bagi berlangsungnya peristiwa sejarah. Peristiwa sejarah menempati unsur ruang dan waktu yang terus bergerak ke depan secara dinamis.

Perilaku atau tindakan manusia tersebut tidak terlepas dari ruang atau tempat terjadinya peristiwa sejarah yang berkaitan dengan aspek geografis. Begitupun waktu, setiap manusia dan makhluk hidup lainnya hidup dalam waktu dan tidak dapat dilepaskan dari waktu. Mereka berkaitan erat dengan kehidupan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Setiap peristiwa sejarah berada dalam kurun waktu tertentu yang memiliki latar belakang waktu sebelumnya, misalnya zaman orde lama, orde baru, dan zaman reformasi. Peristiwa sejarah menempati unsur ruang dan waktu yang terus bergerak ke depan secara dinamis. Unsur waktu ini menjadikan setiap peristiwa sejarah tersebut unik dari waktu ke waktu, karena hanya terjadi sekali.

Konsep waktu sangat penting untuk menghindari terjadinya tumpang tindih peristiwa sejarah (anakronis). Contoh: Periodisasi masa pra aksara :

1.      Zaman batu tua (Paleolitikum)

Masa dimana peralatan manusia masih menggunakan peralatan daribatu yang belum dihaluskan.

2.      Zaman batu menengah (Mesolitikum)

Pada zaman ini batu sebagaialat yang digunakan pada kegiatan sehari - hari sudah dihaluskan pada salah satu sisinya.

3.      Zaman batu muda (Neolitikum)

Pada zaman ini peralatan manusia sudah dihaluskan kedua sisinya.

4.      Zaman batu besar Megalitikum)

Zaman batu besar yaitu penggunaan batu - batu berukuran besar yang difungsikan sebagai upacara kepercayaan.

 

E. Perubahan dan Keberlanjutan dalam Sejarah

Perubahan dalam sejarah diartikan sebagai segala aspek kehidupan yang terus bergerak seiring dengan perjalanan kehidupan masyarakat. Heraclitus mengatakan “Panta rei”, artinya tidak ada yang tidak berubah, semuanya mengalir, masyarakat sewaktu-waktu bergerak dan berubah. Wertheim, menuliskan, History is a continuity and change (Sejarah adalah peristiwa yang berkesinambungan dan perubahan). Perkembangan kehidupan dalam masyarakat ada yang berlangsung lambat dan ada yang cepat. Arah perubahan dibedakan atas keadaan yang lebih baik (progres) dan keadaan yang lebih buruk (regres).

Dalam mempelajari sejarah, rangkaian yang ada merupakan peristiwa yang berkelanjutan. Setiap peristiwa tidak berdiri sendiri dan tidak terpisahkan dari peristiwa lain.Dalam mempelajari sejarah, Kehidupan manusia saat ini merupakan mata rantai dari kehidupan masa lampau, sekarang dan masa mendatang. Setiap peristiwa tidak berdiri sendiri dan tidak terpisahkan dari peristiwa lain. Roeslan Abdul Gani menyatakan ilmu sejarah dapat diibaratkan sebagai penglihatan terhadap tiga dimensi, yaitu penglihatan ke masa silam, masa sekarang, dan masa depan. Hal ini sejalan dengan Arnold J. Toynbee yang mengatakan bahwa mempelajari sejarah adalah mempelajari masa lampau, untuk membangun masa depan (to study history is to study the past to build the future). Selain membahas manusia atau masyarakat, sejarah juga melihat hal lain yaitu waktu. Waktu menjadi konsep penting dalam ilmu sejarah.

Sehubungan dengan konsep waktu, dalam ilmu sejarah menurut Kuntowijoyo meliputi perkembangan, keberlanjutan/kesinambungan, pengulangan dan perubahan. Disebut mengalami perkembangan apabila dalam kehidupan masyarakat terjadi gerak secara berturut-turut dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain. Perkembangan terjadi biasanya dari bentuk yang sederhana ke bentuk yang kompleks. Misalnya adalah perkembangan demokrasi di Amerika yang mengikuti perkembangan kota. Pada awalnya masyarakat di Amerika tinggal di kota-kota kecil. Di kota-kota kecil itulah tumbuh dewan-dewan kota, tempat orang berkumpul. Dari kota-kota kecil mengalami proses menjadi kota-kota besar hingga menjadi kota metropolitan. Selanjutnya, demokrasi berkembang mengikuti perkembangan kota. Kesinambungan terjadi bila suatu masyarakat baru hanya melakukan adopsi lembaga-lembaga lama. Misalnya pada masa kolonial, kebijakan pemerintah kolonial mengadopsi kebiasaan lama, antara lain dalam menarik upeti raja taklukan, Belanda meniru raja-raja pribumi. Sementara itu disebut pengulangan apabila peristiwa yang pernah terjadi di masa lampau terjadi lagi pada masa berikutnya, misalnya menjelang presiden Soekarno jatuh dari kekuasaannya pada tahun 1960-an banyak terjadi aksi dan demonstrasi, khususnya yang dilakukan oleh para mahasiswa. Demikian halnya menjelang presiden Soeharto jatuh pada 1998, juga banyak terjadi aksi dan demonstrasi. Sedangkan dikatakan perubahan apabila dalam masyarakat terjadi perkembangan secara besar-besaran dalam waktu yang relatif singkat. Perubahan terjadi karena adanya pengaruh dari luar. Misalnya gerakan nasionalisme di Indonesia sering dianggap sebagai kepanjangan dari gerakan romantik di Eropa. Berhubungan dengan konsep waktu ini lah dikisahkan kehidupan manusia pada masa lalu. Masa lalu merupakan sebuah masa yang sudah terlewati. Namun, masa lalu bukanlah suatu masa yang terhenti dan tertutup. Masa lalu bersifat terbuka dan berkesinambungan sehingga dalam sejarah, masa lalu manusia bukan demi masa lalu itu sendiri. Segala hal yang terjadi di masa lalu dapat dijadikan acuan untuk bertindak di masa kini dan untuk meraih kehidupan yang lebih baik di masa datang.


 RANGKUMAN

  • Kronologi adalah catatan kejadian-kejadian yang diurutkan sesuai dengan waktu terjadinya suatu peristiwa bersejarah. Diakronis artinya suatu peristiwa memanjang dalam waktu tetapi terbatas dalam ruang. Sinkronis artinya meluas dalam ruang tetapi terbatas dalam waktu.
  • Konsep ruang meliputi aspek lingkungan, lokasi, dan tempat terjadinya suatu peristiwa sejarah, sedangkan waktu mennadai kapan peristiwa terjadi

·         Perubahan dapat diartikan sebagai segala aspek kehidupan yang terus bergerak seiring dengan perjalanan kehidupan masyarakat. Dalam mempelajari sejarah, rangkaian yang ada merupakan peristiwa yang berkelanjutan. Setiap peristiwa tidak berdiri sendiri dan tidak terpisahkan dari peristiwa lain


  Sumber: https://sumberbelajar.seamolec.org/Media/Dokumen/5fdff862865eace55ebd3148/913470d83ca160e10abba951936422a5.docx

Tuesday, June 30, 2020

DOKUMENTASI PELATIHAN KOMPUTER UNTUK MASYARAKAT SE-DESA SAGULING

Assalamuálaikum....

Alhamdulillah acara Pelatihan Komputer untuk masyarakat se-desa Saguling berjalan dengan lancar. ketua panitia menitip pesan kepada para peserta agar ilmu yang didapat, bisa diamalkan dikemudian hari. antusisme peserta sangat terlihat ketika pemateri mulai memaparkan apa yang harus peserta lakukan.

Pemateri -- Bapak Dudi Imadudin-- mulai memaparkan dasar-dasar design grafis

Kegiatan ini juga disaksikan oleh para tokoh masyarakat desa Saguling.

Kepala Desa Saguling -- Lia Mutiara, S.Pd-- ikut menyaksikan jalannya pelatihan

Admin.

Sunday, June 28, 2020

Modul Pelatihan Komputer Desa Saguling

Selamat siang,
Untuk para peserta pelatihan komputer desa saguling, silahkan download modul dengan mengklik tautan dibawah

Modul MS. WOrd 2013




Modul Coreldraw



Download Modul

DAFTAR PESERTA PELATIHAN KOMPUTER DESA SAGULING 30 JUNI 2020

Berikut adalah pemateri dan peserta
Pelatihan Komputer
"Pengenalan MS. Office dan Aplikasi design Grafis (Coreldraw)"
Untuk Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa se-Desa Saguling

PESERTA

No Nama Peserta
1 YUNI YULIANTI
2 DEDE MIHARJA
3 CICI FITRIANI
4 ENCIN KURAESIN
5 DAYAT HIDAYAT
6 CEP HILAL N
7 INDRI ANGGRAENI
8 INTAN NURILAH
9 VAISAL AKBAR
10 TETEN
11 FIKRI SAPUTRA
12 LIKA SYAFARUDIN
13 DANI HERMAWAN
14 CECEP ABDUL WAHAB
15 AWAN ROSADI
16 AI SUPRIANI
17 SUMBAWA
18 AYU LESTARI
19 SITI YULIANTI
20 AEP LILI S
21 ACHYAR SOPANDI
22 INDRA SIREGAR
23 WIDYA APRILIANI
24 ECEP IWAN NUGRAHA
25 MUJI
26 ENDED
27 NENG SRI APRILIA
28 ASRI NURDIANTI
29 YEYE SYARIF
30 DENI HERMAWAN

PEMATERI

1. DUDI IMADUDIN

Semoga ilmu yang didapat bermanfaat bagi kebaikan para peserta
Terima kasih,

PELATIHAN KOMPUTER PENGENALAN MS OFFICE DAN APLIKASI DESIGN GRAFIS LEMBAGA PEMERINTAHAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SE-DESA SAGULING

Desa Saguling sebagai salah satu desa di wilayah pemerintahan kabupaten bandung barat, mengadakan pelatihan komputer bagi anggota Lembaga Pemeritahan dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa se-desa Saguling.
Homsuhi Anwar--Kaur Keuangan Desa Saguling

Dengan target para perangkat pemerintahan dan masyarakat secara umum, desa Saguling menggandeng Lembaga Pelatihan dan Keterampilan Media Informatika sebagai partner pelaksana. Pengenalan aplikasi komputer secara umum ini, diharapkan para peserta pelatihan mulai terbiasa dengan akses digitalisasi demi menyongsong salah satu program pemerintah yakni industrialisasi era 4.0.
Drs. Misbahul Munir (Chieff Officer Executive Media Informatika)

Bapak Homsuhi Anwar atau biasa akrab dengan panggilan Aho --Kaur Keuangan desa Saguling--  mengatakan "dengan kegiatan ini saya berharap para aparat sudah mulai melek teknologi".
hal ini sejalan dengan pernyataan Chieff Exedutive Officer Media Informatika Bapak Drs. Misbahul Munir yang mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung program tersebut. "Kami berharap semua aparat pemerintahan sampai wilayah tingkat desa sudah siap dengan revolusi industri yang dicetuskan oleh pemerintah pusat, ini demi perbaikan pelayanan terhadap masyarakat".


Admin Duditechno

Sunday, March 29, 2020

MEMAHAMI HADIS DARI SEGI KUANTITAS DAN KUALITAS

MEMAHAMI HADIS
DARI SEGI KUANTITAS
DAN KUALITAS



1. Dari segi Kuantitas
  • Hadits Mutawattir
Adalah suatu hadis yang diriwayatkan oleh sekelompok orang dengan jumlah tertentu yang menurut kebiasaan mustahil bersepakat untuk berdusta.
  • Hadits Ahad
Hadis yang diriwayatkan oleh satu, dua, tiga orang atau lebih namun tidak mencapai tingkatan mutawatir.  hadits mutatawattir dibagi menjadi tiga, yaitu masyhur, hadis aziz, dan
hadis garib.



2. Dari segi Kualitas

A. Hadits Sohih
Menurut Ibnu Sholah  Hadis sahih adalah hadis musnad (hadis yang mempunyai sanad) yang bersambung sanadnya, dan dinukil oleh seorang yang adil dan dabit dari orang yang adil
dan dlabit, hingga akhir sanadnya, tanpa ada kejanggalan dan cacat


Syarat-syarat hadits sohih
  • Hadisnya musnad. Maksudnya yaitu hadis tersebut disandarkan kepada Nabi saw. dengan disertai sanad.
  • Sanadnya bersambung. Artinya, antara rawi dari sanad hadis tersebut pernah bertemu langsung dengan gurunya.
  • Seluruh rawinya adil dan dlabith. Maksud rawi yang adil yaitu rawi yang bertakwa dan menjaga kehormatan dirinya, serta dapat menjauhi perbuatan buruk dan dosa besar seperti syirik, fasik, dan bid’ah. Adapun yang dimaksud dengan dlabit adalah kemampuan seorang rawi dalam menghafal hadis.
  • Tidak ada syadz. Artinya, hadis tersebut tidak bertentangan dengan hadis dari rawi lain yang lebih kuat darinya.
  • Tidak ada ‘illah. Artinya, dalam hadis tersebut tidak ditemukan cacat yang merusak kesahihan hadis.
Pembagian Hadits sohih
  • Sohih li dzatihi
  • Sohih li Gairihi 
B. Hadits Hasan
Menurut Abu Isa at-Tirmidzi Hadits Hasan adalah Hadis yang dalam sanadnya tidak terdapat orang yang tertuduh bohong, hadisnya tidak janggal, serta diriwayatkan tidak hanya dalam satu jalur rawian

C. Hadits Dho'if
Hadis yang tidak memenuhi syarat diterimanya suatu hadis dikarenakan hilangnya salah satu syarat dari beberapa syarat yang ada





Sumber: Qur’an - Hadis/Kementerian Agama,- Jakarta : Kementerian Agama 2014.















Sunday, March 22, 2020

Covid-19 Conclusion

COVID-19 CONCLUSION PER 22 MARET 2020


*Bismillah,,,*
Ini analisa sementara saya,
Covid-19 menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat dunia saat ini, begitu juga masyarakat Indonesia, mengapa demikian?
Beberapa saat lalu saya surfing beberapa media tentang perkembangan Covid-19 dan hasilnya fantastis!!!
*Berita pertama saya akses pukul 11:00*
Rasio kematian atau fatality rate akibat virus corona(Covid-19) di Indonesia melonjak drastis setelah pemerintah merilis data terbaru kasus pada Rabu (18/3) kemarin. 

Dengan jumlah kasus positif 227 dan total kasus meninggal dunia 19, Indonesia memiliki rasio kematian 8,3 persen. Angka ini meningkat dari hari sebelumnya yaitu 4,07 persen. (https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200318203252-20-484739/membedah-ledakan-rasio-kematian-corona-di-indonesia)
*Berita kedua saya akses pukul 11:10*
Total kasus positif covid-19 di Indonesia per tanggal 22 maret 2020 sejumlah 514 kasus (Sumber: PHEOC Kemkes RI) https://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:https://infeksiemerging.kemkes.go.id/#.Xng1r0szbIU



Ternyata cukup dua situs itu saja sudah cukup.
Conclution:
1.      Hanya dalam waktu kurang lebih 4 hari saja ada penambahan kasus positif sebanyak 287 kasus.
2.      Artinya rata-rata kasus perhari sebanyak 56,75 kasus Subhanallah!!!


3.      Covid-19 menjangkit hampir di 20 propinsi se-Indonesia
4.      Kasus Covid-19 sebaran terbanyak berada di wilayah kota
5.      Banyak warga saguling yang saat ini bekerja di kota
6.      Jika aktifitas diperkotaan dihentikan untuk sementara waktu, maka kita akan mendapat kesimpulan bahwa saguling menjadi wilayah yang bisa rawan dari penyebaran covid-19 (semoga analisa saya ini salah)
Berdasarkan analisa sederhana diatas, tidak ada salahnya kita semarakkan gerakan _hifdzun-nafs_ (menjaga diri). Ingat kaidah usul yang sangat popular, menjaga diri dari kerusakan lebih utama dari _tafdhilul ámal_.
Sahabat rasul yang mulia Ibnu abbas pernah dihardik suatu kaum karena meminta muadzin mengganti kalimat _hayya ála sholah_ dengan _shollu fi baiytikum_ ketika terjadi wabah thoun, dengan santun ibnu abbas berkata kepada mereka yang mencelanya _man huwa khairu minni_…..
*Mudah2an tidak menambah kekhawatiran, dan semoga menambah kewaspadaan*
“mari jaga diri dan keluarga”
_Allahu mustaán_
Dudi Imadudin

Saturday, March 21, 2020

Cara Download Video Dari Youtube




Cara Download Video Dari Youtube Tanpa Aplikasi

Assalamualaikum...

Hiiii.... Apa kareba, kumaha damang,

Sudah lama mati suri, akhirnya bangkit lag... hehehehe
buat kalian yang masih bingung cara download di youtube gini nih caranya:
1. pastikan kalian sudah punya videonya
2. copy link video dari youtube

3. pergi ke https://id.savefrom.net/7/
4. kemudian pastekan link yang sudah kamu copy ke kotak "just insert link" yang ada di situs


5. ketika sudah terlihat video dimaksud, tinggal klik download
6. tara........... selesai deh

Terima kasih,
salam
Dudi.

GURU HEBAT DI ERA INDUSTRI KEEMPAT


Revolusi industry 4.0
Revolusi industry 4.0 bagi sebagian orang menjadi momok yang menakutkan, seolah-olah ia akan merenggut apa yang kita punya dan melibas apa yang ada dihadapannya. Bagaimana dengan institusi pendidikan? Akankah sama tergilas bersama-sama dengan ketakutan itu?
Definisi
Industry 4.0 atau revolusi generasi keempat adalah keadaan industri abad ke-21 saat perubahan besar-besaran di berbagai bidang lewat perpaduan teknologi yang mengurangi sekat-sekat antara dunia fisik, digital, dan biologi. Revolusi ini ditandai dengan kemajuan teknologi dalam berbagai bidang, khususnya kecerdasan buatan, robot, blockchain, teknologi nano, komputer kuantum, bioteknologi, Internet of Things, percetakan 3D, dan kendaraan tanpa awak.
Sebagaimana revolusi terdahulu, revolusi industri keempat berpotensi meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh dunia. Namun, kemajuan di bidang otomatisasi dan kecerdasan buatan telah menimbulkan kekhawatiran bahwa mesin-mesin suatu hari akan mengambil alih pekerjaan manusia. Selain itu, revolusi-revolusi sebelumnya masih dapat menghasilkan lapangan kerja baru untuk menggantikan pekerjaan yang diambil alih oleh mesin, sementara kali ini kemajuan kecerdasan buatan dan otomatisasi dapat menggantikan tenaga kerja manusia secara keseluruhan yang digantikan oleh teknologi dan robotik1.
Berdasarkan definisi yang ditelurkan oleh Wikipedia, sangat beralasan jika seandainya saat ini banyak orang yang memiliki ketakuan tak terbatas terhadap dampak dari perubahan besar-besaran tersebut, bagaimana tidak? Seorang karyawan pabrik bisa saja pekerjaannya tersingkirkan oleh kehadiran revolusi ini. Mesin memiliki tingkat produktivitas yang tinggi tapi memiliki zero risk, bahkan kemungkinan didunia kesehatan sekalipun, analisa robot bisa jadi akan lebih akurat dibanding analisa manusia, lalu bagaimana dengan dunia pendidikan?
Institusi pendidikan pada era revolusi keempat
Sebelum masuk pada institusi, mari kita lihat siapa warga institusi yang akan menjadi bagian dari proses pendidikan didalamnya. Melihat dari tahun kelahirannya, maka mereka yang akan masuk dunia pendidikan pada periode saat ini adalah para pencari ilmu dari generasi Z. siapakah mereka? Mari kita lihat definisi yang diberikan oleh Wikipedia tentang generasi Z.
“Generation Z (or Gen Z for short) is the demographic cohort succeeding Millennials and preceding Generation Alpha . Researchers and popular media use the mid to late 1990s as starting birth years and the early 2010s as ending birth years. Members of Generation Z have used digital technology since a young age and are comfortable with the Internet and social media , but are not necessarily digitally literate . Most members of Generation Z are the children of Generation X”2.
Dari definisi tersebut dapat kita sama-sama bayangkan bagaimana sibuknya generasi Z jika sudah berkutat dengan gawainya, mereka mampu mengaplikasikan semua kegiatan dalam satu waktu seperti nge-tweet menggunakan ponsel, browsing dengan PC, dan mendengarkan musik menggunakan headset. Apapun yang dilakukan kebanyakan berhubungan dengan dunia maya.
Lalu bagaimana dengan warga lain dari institusi pendidikan? Atau dengan Bahasa yang lebih fulgar, bagaimana dengan guru-guru mereka?
Guru di era digital 4.0
Iriany hasan salah seorang guru dari SMAN 2 Kota Ternate membuat sebuah tulisan pada sebuah situs, apa saja yang menjadi tantangan bagi guru di era industry 4.03 diantaranya,
-          Mengenal karakter peserta didik di era industry 4.0
-          Mengenal karakter pembelajaran abad 21
-          Menyiapkan profil sebagai guru abad 21
Oleh karenanya, sudah saatnya para guru genZ memiliki kekuatan digital yang dapat mengimbangi semua model belajar para genZ. Kemampuan guru menguasai model pembelajaran berbasis IT menjadi satu poin penting, bagaimana tidak jendela pengetahuan bagi genZ sangat terbuka lebar lewat google, jika kaum guru tidak memiliki keahlian untuk menggiring mereka mencari literasi yang tepat,  maka generasi ini akan menjadi generasi yang tersesat dalam kubangan ribuan data dari dunia maya.

Terima kasih..
Dudi Imadudin MA Muslimin Saguling
Sumber:

Judul                : GURU HEBAT DI ERA INDUSTRI KEEMPAT
Presenter          : Dudi Imadudin, MA Muslimin Saguling Bandung Barat
Host                 : Dra. Suspatemawati. SMAN 1.Merapi Selatan https://join.freeconferencecall.com/suspatemawati
Moderator        : Citra Ignacia Rorie, S.Pd., M.Si ( Sekolah Kristen IPEKA, Jakarta Utara )